Pengetap Beraksi, Antrean Kembali Mengular

0
24
https://kaltara.prokal.co/read/news/37042-pengetap-beraksi-antrean-kembali-mengular/6

TANJUNG SELOR – Aktivitas pengetap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Sengkawit masih marak terjadi meskipun telah diterbitkan maklumat bersama. Akibatnya, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pun kembali terjadi.

Ketua DPRD Bulungan, Kilat Bilung mengaku sangat menyayangkan adanya  kelangkaan BBM  yang terjadi di SPBU. Apalagi, akibat kelangkan tersebut, masyarakat terpaksa harus membeli ke pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi. “Kalau di pengecer harganya jauh lebih tinggi jika dibandingkan di SPBU,” kata Kilat kepada Radar Kaltara, Jumat (23/4).

Sekarang ini bukan hanya BBM jenis premium saja yang terjadi kelangkaan. Sebab, BBM jenis solar pun kerap mengalami kelangkaan. Oleh karena itu, politisi Partai Gerindra ini berharap agar maklumat bersama Bupati Bulungan, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulungan, dan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0903 Tanjung Selor yang diterbitkan awal tahun lalu dapat dijalankan kembali. “Saya berharap maklumat bersama itu bisa berjalan kembali. Sebab, sekarang ini maklumat bersama itu sudah mulai layu kembali,” ujarnya.

Menurutnya, pasca diterbitkan maklumat bersama, aktivitas pengetap di SPBU mulai berkurang. Namun, karena sekarang ini mulai layu akhirnya pengetap kembali beraktivitas. “Sangat disayangkan sekali aktivitas pengetap kembali banyak beraktivitas,” sebutnya.

Menyikapi hal ini DPRD mengaku akan segera membahas hal tersebut di internalnya. Apalagi permasalahan ini bukan masalah baru. Bahkan sudah menjadi permasalahan klasik. “Harus ada solusi supaya permasalan ini tidak terjadi terus menerus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala menegaskan bahwa maklumat tersebut masih berlaku. Sebab, hingga saat ini belum dicabut. “Maklumat ini kan dibuat Bupati (Sudjati) sebelumnya. Nah, setahu saya sampai sekarang ini belum dicabut,” bebernya.

Sehingga, larangan yang sudah tertuang di dalam maklumat tersebut masih berlaku sampai sekarang ini. Artinya, aktivitas pengetap itu tidak diperbolehkan. “Secara aturan pengetap ini memang tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Terpisah, Sales Branch Manager Retail Rayon VI Kaltimtara, Destra Rahmayadi menambahkan, saat ini Pertamina sudah menambah satu SPBU di Kilometer (Km) 2. Penambahan ini diyakini mampu menekan aktivitas pengetap. “Iya, karena sebelumnya kan hanya ada satu SPBU. Jadi, antrean hanya terfokus di satu tempat, tetapi sekarang ini sudah ada SPBU di Km 2 sehingga antrean dapat terpecah,” singkatnya. (*/jai/eza)

 

Sumber: https://kaltara.prokal.co/read/news/37042-pengetap-beraksi-antrean-kembali-mengular/6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here