Agus Winarno
Ketua DSW PKS Kalimantan Utara
Setiap tanggal 22 Desember, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ibu. Media sosial dipenuhi ucapan cinta, foto bersama ibu, dan doa-doa yang menyentuh hati. Namun, pertanyaan penting yang sering muncul adalah:
Apakah Hari Ibu dibenarkan dalam Islam?
Bagaimana Islam memandang kemuliaan seorang ibu?
Islam adalah agama yang memuliakan ibu tidak hanya sehari, tetapi sepanjang hayat. Bahkan, kemuliaan ibu dalam Islam jauh melampaui simbol perayaan tahunan.
*1. Kedudukan Ibu dalam Islam:
Dimuliakan Sepanjang Masa.*
Islam menempatkan ibu pada posisi yang sangat agung. Bukan karena budaya, tetapi karena wahyu Allah.
Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ
“Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…”
(QS. Luqman: 14)
Ibu disebut secara khusus, karena pengorbanannya tidak tergantikan.
2. Ibu Lebih Utama dari Ayah:
Penegasan Rasulullah ﷺ
Hadits Shahih
مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟
قَالَ: أُمُّكَ
قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟
قَالَ: أُمُّكَ
قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟
قَالَ: أُمُّكَ
قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟
قَالَ: أَبُوكَ
“Siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?”
Rasul menjawab: “Ibumu.” (tiga kali), kemudian ayahmu.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ibu mendapat tiga kali prioritas, karena:
– Mengandung
– Melahirkan
– Menyusui & merawat
3. Hari Ibu: Boleh atau Tidak dalam Islam?
Pandangan Syari’ah
Mayoritas ulama membolehkan peringatan Hari Ibu, dengan syarat:
– Tidak dianggap sebagai ibadah
– Tidak menyerupai ritual agama lain
– Tidak melanggar syariat
Jika Hari Ibu dimaknai sebagai:
– Momen muhasabah
– Sarana menghidupkan birrul walidain
– Mengingatkan anak agar lebih berbakti
MAKA HUKUMNYA BOLEH (MUBAH), BAHKAN BERNILAI KEBAIKAN
4. Kesalahan Kekinian dalam Memaknai Hari Ibu
Hanya posting story, tapi:
– Jarang menelpon ibu
– Nada bicara kasar di rumah
– Tidak peduli kebutuhan ibu
Hadiah mahal, tapi:
– Tidak taat
– Tidak shalat
– Tidak mendoakan ibu
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
5. Doa untuk Ibu: Amalan yang Tak Lekang Zaman
Allah mengajarkan agar kita berdo’a :
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Wahai Rabbku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika kecil.”
(QS. Al-Isra: 24)
Doa anak shalih adalah amal yang terus mengalir, bahkan setelah ibu wafat.
6. Ibu dan Surga
Di dalam Hadits Masysur di sebutkan :
الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ
“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”
(HR. Ahmad)
Maknanya: Jalan menuju surga dibuka lebar bagi anak yang memuliakan ibunya.
Hari Ibu dalam Islam Islam tidak menunggu 22 Desember untuk memuliakan ibu.
Islam memerintahkan:
– Setiap hari hormat kepada kedua orang tua, khusus nya ibu.
– Setiap waktu berbakti kepada orang tua khususnya ibu.
– Setiap sujud mendoakan kepada kedua orang tua khususnya ibu.
Hari Ibu hanyalah pengingat, bukan puncak bakti. Secara hukum telah jelas, yang terpenting adalah aplikasi amal nyata bagaimana seorang anak bisa berbakti kepada kedua orang tua nya dan khususnya kepada ibunya.
Wallahu a’lam bissawab.









