BPJE PKS Kaltara Gelar Webinar Pengusaha Muslim Kaltara

0
30

Ahad, 26 September 2021, Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi Kader(BPJE) Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Utara menyelenggarakan Webinar dengan tema
“Membangun Mindset Pengusaha Muslim” secara daring melalu Zoom Meeting.

Seperti yang disampaikan Ketua BPJE Muhammad Rusdi, “kegiatan Webinar ini merupakan langkah awal untuk untuk membina dan menata kembali
kader-kader kita yang ingin menjadi pengusaha, setelah kegiatan ini akan diadakan mentoring bisnis di masing-masing Dewan Pengurus Daerah (DPD)”.

“kader-kader yang sudah mempunyai usaha akan kita beri dukungan, motivasi untuk mengembangkan usahanya”, tambah Rusdi
sebagai bentuk keseriusan BPJE Kaltara setelah kegiatan Webinar ini “setelah kegiatan ini akan diadakan pelatihan Digital Marketing, sebagai kelanjutan program-program BPJE DPW Kaltara”

Dalam kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua DPW PKS Kaltara Muhammad Nasir, di sambutannya beliau menyampaikan
“menjadi kaya adalah keniscayaan bukan lagi menjad pilihan, pada saat penggunaan kekayaan itulah kemudian yang menjadi pilihan”. Alasan kenapa kita harus kayak menurut Muhammad Nasir,
diantaranya banyaknya ibadah-ibadah kita yang memerlukan harta yang cukup, dan di gunakan untuk mendukung gerakan dakwah
“Indikator kebaikan sebuah masyarakat itu jika orang-orang kayanya adalah orang-orang yang sholeh”.

kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yaitu Abah Iwan Kurniawan, Lc sebagai Presiden Genpro Nasional, materi yang di bawakan oleh beliau bagaimana membangun maidset pengusaha-pengusaha muslim.
Abah juga memaparkan hubungan negara Indonesia, Perdagangan dan Perkembangan Islam di Indonesia khususnya ada jasa-jasa para ulama melalui perdagangan.
selain Presiden Genpro Nasional, hadir juga sebagai pemateri wakil ketua BPJE DPP Riza Zacharias yang juga merupakan Owner Syamil Group.
“Mentalitas kita sebagai pebisnis adalah kunci sampai mana kita akan bertumbuh sebagi pebisnis”, kata Riza mengawali materinya.

“seorang pebisnis yang hanya menargetkan kebutuhannya hanya cukup untuk keluarga kecilnya, akan susah untuk meningkatkan kapasitasnya, karena target kebutuhannya hanya kecil”, sambung Riza
sedangkan jika ingin menteladani Rasulullah dan para sahabat yang sebagian besar ada para pengusaha sukses dizamannya, mereka tidak pernah membatasi kapasitas diri dalam menjalankan usahanya
“kadar kecukupan orang itu berbeda-beda, tergantung kepentingan seseorang”, “bisnis tidak hanya bisa sebagai pengetahuan saja, tapi juga harus di praktekkan”, tambah Riza

(humas kaltara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here