TEMBOK BUKAN TUJUAN AKHIR (Pendidikan Al-Qur’an Dengan Kisah)

0
195

Seorang eksekutif muda bertemu dengan seorang guru di sebuah jalan raya. Ia bertanya :

“Guru yang manakah jalan menuju sukses?” Sang guru terdiam sejenak.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Eksekutif muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru,

“Ha! Ini jalan buntu!” Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan Ia terpaku kebingungan,

“Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru.”

Eksekutif muda itu berbalik menemui sang guru untuk menanyakan sekali lagi,

“Guru, yang manakah jalan menuju sukses.” Sang guru menunjuk ke arah yang sama.

Eksekutif muda itu berjalan ke arah itu lagi, Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi jalan Ia merasa dipermainkan Dengan penuh amarah ia menemui sang guru,

“Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, tetapi bicaralah!”

Akhirnya sang guru berbicara, “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu.”

Renungan : Keberhasilan seringkali tak tampak karena ia bersembunyi di balik kesulitan. Cuma orang-orang yang mampu mendaki “tembok” itulah yang akan menemui keberhasilan.

Pesan: Tarbiyah bil ahdats (Pendidikan Al-Quran dengan kisah dan peristiwa) terkadang membuat seseorang terkejut dan tergagap-gagap, tetapi pelajarannya sangat berkesan dan tak terlupakan Hanya saja cara ini harus dilakukan oleh para expert dan terukur.

Kisah Nabi Yusuf sarat hikmah dan ibrah, ialah bahwasanya penderitaan yang mungkin suatu saat kita alami sejatinya memiliki rahmat dan berkah ketika kita menghadapi hal tersebut dengan rasa kesabaran dan keteguhan hati atas pertolongan Allah sebagaimana Nabi Yusuf contohkan ketika beliau dibuang kedalam sumur, jauh dari ayah yang sangat disayanginya, sendirian dengan rasa lapar, dijual dalam pasar budak, hingga dipenjara atas kesalahan yang tidak beliau lakukan. Semua hal tersebut dihadapi dengan penuh kesabaran. Jika Yusuf berhenti sampai ke penjara dan tidak ingin melanjutkan misi kenabian, karena ujian yang berat dan penderitaan yang sangat tentu tidak berakhir dengan happy ending, tetapi misi ilahiyah harus berlanjut setinggi apapun tembok harus dilewati maka Nabi Yusuf menjadi Perdana menteri dengan menguasi istana.

Pendidikan Al-Quran dengan peristiwa dan kisah adalah cara Allah mendidik manusia untuk mencapai kesuksesan.

“sungguh konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian. maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya” (HR. Ahmad)

Dalam Hadits di atas disebukan bahwa konstantinopel akan ditaklukan oleh sebaik-baik Pemimpin.

Maka Muhammad II (Muhammad Al-Fatih setiap hari memantaskan diri untuk bisa menjadi sebaik-baik pemimpin yang bisa menaklukan kota itu. Tidak hanya panglima yang terbaik, tetapi pasukannya pun merupakan pasukan terbaik. selain memantaskan diri dengan meningkatkan kualitas diri, muhammad II pun melatih para prajuritnya untuk menigkatkan kualitas mereka. Akhirnya konstantinfel dapat ditaklukan pada tahun 1453

kesimpulannya adalah memantaskan diri itu penting untk mendapatkan kemenangan. bagaimana kita bisa memantaskan diri untuk menjadi penakluk. untuk menjadi lebih baik pasti akan selalu ada rintangan. Tetapi masa kita mau menyerah.. SEMANGAT!

Hikmah dari Tarbiyah dengan prristiwa dan kisah adalah:

  1. Tentang keyakinan dan optimis bahwa janji Allah dan Rasulnya pasti benar.
  1. Kemenangan itu akan diraih oleh orang yang pantas dan pasukan yang pantas.
  1. Jika kita yakin bahwa Islam pasti berjaya, maka kita pun harus memantaskan diri untuk biss berjuang meraih kejaysan itu bisa berjuang meraih kejayaan

Allahu a’lamu bis-Shawab

Syamsuddin Arfah

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY