Putra Sebatik Kaltara Juarai Kontes Shalawat Nabi di Mesir, Sisihkan Peserta Timur Tengah, Selalu Pakai Batik

0
30
https://regional.kompas.com/read/2021/04/14/154229078/putra-sebatik-kaltara-juarai-kontes-shalawat-nabi-di-mesir-sisihkan-peserta?page=2

NUNUKAN, KOMPAS.com – Mukhlis Latasi, warga Desa Tanjung Aru, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil menjuarai kontes internasional Maddah Ar Rasul/Sholawat Nabi yang digelar di Provinsi Giza, Kairo, Mesir. Mahasiswa S2 Fakultas Hadist di Universitas Al Azhar Cairo ini sama sekali tak menyangka namanya keluar sebagai juara dalam ajang yang diikuti 16 negara peserta dari Timur Tengah, Afrika, Asia dan Rusia ini. ‘’Awalnya saya diminta untuk ikut oleh guru vokal saya Muhammad Yasin asal Syria, kegiatan tersebut diinisiasi oleh TV Iqra, salah satu saluran televisi terkenal di Timur Tengah yang berbasis di Arab Saudi dan memiliki berbagai cabang di berbagai negara, termasuk China, Amerika Utara dan Kanada,’’ujar Mukhlis saat dihubungi, Selasa (14/4/2021).

Mukhlis mengaku sudah belajar nasyid selama 4 tahun. Ia pun kerap malang melintang dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) saat masih kecil. Ia sering mewakili Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan untuk perlombaan di provinsi Kalimantan Utara ‘’Kalau resep untuk suara bagus tidak ada, saya tidak pernah gurah juga. Tapi eksis latihan dan kebetulan memiliki basic qori’,’’jelasnya. Sejak kecil, Mukhlis memang dididik orang tua yang religius, ayahnya Suniman La Tasi dan ibundanya Nurdian Korompot, merupakan tokoh agama di Sebatik. Keduanya mendidik Mukhlis dengan keras. Mukhlis menjelaskan, Maddah Ar Rasul, merupakan lantunan shalawat puja puji Rasul yang dilantunkan dengan irama dan cengkok Islami. Tidak ada iringan musik gambus dalam kontes ini. Kefasihan dalam pelafalan huruf menjadi barometer penilaian. ‘’Di babak final, ada dua macam nasyid yang diperlombakan, yaitu ‘Ya Imam Ar Rusuli’ dan ‘Hubbi Ar Rosul’,’’tambahnya.

Setelah melalui persaingan yang sangat ketat sejak bulan Februari yang lalu, pada episode terakhir (11/4/2021), Mukhlis berhasil menyisihkan lima orang kontestan di babak final. Mereka adalah Muhammad Akmal Haroun dan Ahmed Youssef Khader warga negara Mesir, Abdul Aziz Hussein warga negara Arab Saudi, Bashir al-Madani dari Syria, dan Omar Abdul Nasser Kabbara dari Lebanon. Ada 4 dewan juri dari beberapa negara Arab dengan bidang keahlian dan profesi yang beragam. Mereka adalah ahli maqamat Dr. Taha Abdel Wahab, vokalis Muhammad Yassin Al-Marashli, komentator suara dan media Abdul Rahman Al-Jabarti dan ahli khotbah Ahmed Al-Talhi. Saat juri menyebutkan namanya sebagai juara pertama, Mukhlis masih sempat tak percaya. Tampil dan bersaing melantunkan bahasa Arab melawan orang Arab secara logika adalah sesuatu yang mustahil dimenangkan. Ia baru sadar saat juri memintanya memberi kata sambutan di podium kehormatan. ‘’Intinya jangan pernah takut bersaing, yakinlah kita mampu. Tunjukkan kemampuan dan jangan pernah malu mencoba. Saya memberanikan diri melawan orang Arab dengan nasyid Arab, mustahil menang sebenarnya. Tapi faktanya saya yang menang,’’kata Mukhlis. Sebagai juara 1, Mukhlis berhak menerima hadiah sebesar 50.000 Riyal Saudi atau senilai Rp 200 juta.

Tonjolkan ciri khas Indonesia Dalam setiap penampilan di kontes Puii Rasul, Mukhlis selalu mengenakan peci khas Indonesia dan mengenakan busana batik. Sebagai anak perbatasan RI – Malaysia, Mukhlis ingin agar dunia tahu bahwa anak Indonesia patut diperhitungkan. ‘’Saya satu-satunya orang Indonesia di kontes itu. Kebanggaan itulah yang membuat saya lebih menonjolkan negara saya, batik yang merupakan ciri asli Indonesia selalu saya kenakan,’’katanya. Dengan batik, seluruh penonton dan dewan juri sangat hafal dengan Mukhlis. Mereka banyak bertanya tentang Indonesia dan memuji keindahan kain batik. ‘’Ini juga menunjukkan anak perbatasan RI – Malaysia mampu bersaing. Saya lahir di Sebatik, sebuah pulau di provinsi termuda RI. Kemenangan ini untuk Indonesia,’’kata Mukhlis.

Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Dzulviqor
Editor : Khairina

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2021/04/14/154229078/putra-sebatik-kaltara-juarai-kontes-shalawat-nabi-di-mesir-sisihkan-peserta?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here