PKS Rilis Hasil Pemira untuk Pilkada Kaltara

0
1025

Kaltara – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Utara merilis hasil Pemilihan Internal Raya (Pemira) melalui rapat tim pemenangan pemilu dan pilkada wilayah PKS kaltara untuk menjaring bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara yang diusung pada Pilkada Kalimantan Utara 2020 mendatang.

Berdasarkan rapat Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada Wilayah (TPPW) PKS Kaltara mengumumkan delapan besar hasil Pemira PKS yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil Pemira tersebut muncul empat nama yang memperoleh suara terbesar dgn persaingan yg ketat yakni H. Udin Hianggio, Irianto Lambrie, Jusuf SK dan Undunsyah untuk pemilihan bakal calon Gubernur Kalimantan Utara. tapi perlu kami sampaikan jg bahwa bukan berarti dengan adanya hasil pemira ini lantas PKS tidak bisa mendukung calon di luar hasil pemira, tentunya tidak demikian karena boleh jadi ada bakal calon yg tidak masuk hasil pemira PKS lantaran namanya memang tidak ada di kertas suara.

Selain merilis hasil pemira TPPW PKS Kaltara juga merilis empat nama yang ditawarkan kepada bakal calon gubernur Kaltara yang mau maju dengan menggunakan perahu PKS sebagai bakal calon wakil gubernurnya yang tentunya berasal dari internal PKS yakni M. Nasir, Syamsuddin Arfah, Agung Wahyudianto dan Kasman Karim.

“Dari keempat nama tersebut, tiga nama merupakan kader terbaik di Kaltara dan satu nama tokoh muda Kaltara yang saat pemilu baru-baru ini menjadi caleg DPR RI lewat PKS ”, kata Wakil Ketua TPPW PKS Kaltara, Hirsa Genta Wijaya saat memberikan keterangannya, Kamis (20/9)

Hirsa menyampaikan bahwa hasil ini berdasarkan Pemilihan Internal Raya (Pemira) PKS dan juga masukan dari berbagai tokoh masyarakat yang ada di Kaltara. Dari nama – nama yang dirilis, selanjutnya akan dilakukan uji publik melalui serangkaian survei popularitas dan elektabilitas untuk mengetahui respon dan tanggapan masyarakat Kaltara bila diajukan oleh PKS sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Kalimantan Utara.

“Jadi hasil Pemira (Pemilu Raya) bukan satu-satunya komponen yang akan dinilai DPW, tetapi kita (DPW PKS Kaltara) akan mengajukan beberapa lampiran yang disertakan dalam laporan pengajuan balon Gubernur dan Wakil Gubernur, salah satu komponennya lagi adalah kita akan mengadakan survei secara umum, selain 8 calon kita yang akan kita uji publik, termasuk incumbent (Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara),” ucapnya.

Hasil uji publik dan silaturrahim akan disampaikan kepada DPP PKS, untuk memutuskan siapa pasangan yang akan diusung oleh PKS. “Setelah uji publik, tidak menutup kemungkinan PKS tetap membuka peluang kepada bakal calon yang mau berkomunikasi di luar hasil Pemira PKS, karena boleh jadi namanya belum masuk dalam penjaringan waktu kemarin,” ujarnya

Selain uji publik PKS juga akan melakukan silaturahim dan komunikasi dengan sejumlah partai politik lain dan elemen masyarakat Kaltara untuk menjalin koalisi dan kerjasama dalam proses pemenangan Pilkada Tahun 2020 nanti.

Berbicara tentang rilis PEMIRA, PKS Kaltara memberikan tawaran kepada bakal calon gubernur yang berminat untuk berkoalisi dengan PKS pada pilkada Kaltara tahun 2020. “Tawaran ini bukan harga mati ketika kita berbicara tentang politik, karena politik itu dinamis, bisa diambil tawarannya, bisa juga tidak. Hasil Pemira ini merupakan tawaran kita yang pertama terhadap bakal calon Gubernur yang akan maju nanti”, tutupnya.

Sebagai gambaran bahwa empat kandidat yang ditawarkan oleh PKS masing – masing memiliki kapasitas dan elektabilitas yang kuat dengan didasarkan pendidikan dan pengalamannya di dalam dunia politik.

Pertama, adalah Muhammad Nasir, S. Pi, MM yang biasa di panggil dengan Nasir Daeng Nyampe merupakan salah satu tokoh Politik di Kabupaten Nunukan. Nasir saat mudanya sudah terlihat perpolitikannya dengan memulai aktif sebagai aktivis mahasiswa dengan menjabat sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 1998-1999. Ketua Pusat Studi Islam Mahasiswa (PUSDIMA) Unmul periode 1997-1998 dan menjadi Wakil Ketua Harian Himpunan Mahasiswa Perikanan.

Perjalanan politiknya dimulai saat era reformasi 1998. Waktu itu sejumlah partai baru mulai bermunculan. Tak terkecuali Partai Keadilan. Pria kelahiran Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Januari 1974 silam ini dilirik elit Partai Keadilan untuk menjadi pengurus DPW Partai Keadilan Kaltim.

Pada Agusutus 2001, Kabupaten Nunukan yang baru saja dimekarkan menjadi kabupaten merupakan awalnya Nasir merintis perpolitikannya. Hingga pada pileg 2009 ia berhasil membuktikan untuk duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Nunukan selama 2 periode (2009 – 2014) dan periode (2014 – 2019)

Apa yang dilakukan selama ini kembali mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kaltara 2019-2024. Dan sebelum menjadi anggota DPRD Kaltara ia sudah menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) DPW PKS Kaltara 2015- 2016 dan Ketua DPW PKS Kaltara 2016 hingga saat ini. “Karena sudah dua kali (DPRD Nunukan) jadi harus ada regenerasi dan partai setuju maju di provinsi,” pungkasnya

Kedua, Syamsuddin Arfah berangkat dari dunia pendidikan dan rasa sosial yang tinggi akhirnya mengantarkannya untuk terjun di kancah perpolitikan tepatnya pada usia 27 tahun.

Sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2019-2024, pria kelahiran Tarakan 1 Januari 1979 ini sempat menjadi anggota DPRD Kota Tarakan tiga periode, mulai dari tahun 2004 hingga 2019. Pada 2014, Syamsuddin meraih perolehan suara terbanyak pada Pemilu Tarakan Dapil Tarakan Timur.

Berbicara di dunia politik, Syamsuddin beberapa kali mendapatkan amanah di kepengurusan PKS Tarakan, dimulai dengan mengisi sebagai Wakil Ketua DPD PKS, Bendahara DPD PKS dan Ketua DPD PKS. Saat ini beliau kembali diamanahkan untuk mengisi Sekretaris DPW PKS Kalimantan Utara periode 2015 – 2020.

Ketiga, menjadi anggota DPRD Kabupaten Bulungan selama dua periode, mengantarkan Agung Wahyudianto untuk aktif dan terjun pada dunia perpolitikan. Banyaknya pendatang dari berbagai wilayah Indonesia di Kabupaten Bulungan menjadikan suku Jawa sebagai komunitas tertinggi di Kaltara yakni sekitar 26%  akhirnya dengan melihat potensi yang ada membuat Agung untuk membentuk komunitas jawa sebagai wadah saling bersilaturahmi dengan tujuan untuk memfasilitasi berbagai permasalahan yang dialami pendatang di kalimantan utara.

Dari segi pengalaman organisasi Agung pernah menjdi Ketua DPD PKS Kabupaten Bulungan.

Pada Pemilu kali ini Agung terpilih kembali di DPRD Provinsi Kalimantan Utara periode 2019 – 2024 Dapil 2 Bulungan

Terakhir, Kasman Karim, SE, M. Si merupakan tokoh muda yang sarat dengan pengalaman, cerdas dan inovasi

Berbagai organisasi telah diikuti sejak kuliah, salah satunya yakni organisasi HMI. Sehingga dunia perpolitikan sudah tidak asing lagi bagi pria ini.

Pada pemilu 2019, Kasman Karim menjadi Caleg DPR RI dari PKS, meskipun targetnya belum terpenuhi tetapi perolehan suara yang diraih cukup signifikan. Sehingga Kasman bertekad kembali untuk merebut kegagalanya yang tertunda pada pemilu yang akan datang.

Kasman Karim pun merupakan lulusan dari Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya membangun jaringan yang kuat di pusat hingga ke daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here