Pemulihan Pantai Amal, BPLH dan Relawan Indonesia melakukan aksi bersih – bersih Pantai

0
247

Tarakan – Objek wisata Pantai Amal Baru di Tarakan Timur, Kalimantan Utara tercemar limbah hasil olahan serbuk kayu. Lebih dari 500 meter wilayah pantai ini tertutup limbah serbuk kayu setebal 20 cm. Tidak hanya mengganggu keindahan alam, limbah ini juga ternyata membawa dampak pada kesehatan warga di sekitar. Hal ini dapat terlihat dari adanya sejumlah anak – anak mulai merasakan gatal – gatal di sekujur tubuh.

Berangkat dari masalah ini, Relawan Indonesia siap untuk bekerja dan saling bahu – membahu bersama Pemkot Tarakan melalui Dinas BPLJ beserta masyarakat untuk turun akan pedulinya kebersihan objek wisata pantai ini.

Dari hasil investigasi melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), pencemaran limbah serbuk kayu ini diduga dari perusahaan pengolahan yang berlokasi tidak jauh dari pantai. Namun hingga kini belum menemukan pihak yang bertanggungjawab terjadinya pencemaran limbah ini. “Untuk saat ini kita masih fokus untuk pemulihan kondisi lingkungan dulu. Kalau mencari penyebabnya, kita akan ada tim khusus yang menanganinya,” tuturnya Syahrintan sebagai Kepala BPLH Kota Tarakan.

Aksi bersih – bersih pantai yang tercemar serbuk kayu dilaksanakan pada hari Sabtu 5 Maret 2016 pukul 08.00 pagi hingga selesai dengan melibatkan beberapa instansi lain seperti Dinas Kelautan, Dinas Kehutanan, Polairud dan Relawan Indonesia serta instansi terkait lainnya juga terlibat. Kita fokus saja dulu pemulihan pantai dengan kegiatan bersih-bersih,” katanya.

Di lain kesempatan Relawan Indonesia (Relindo) yang kali ini disampaikan oleh Asep M selaku koordinator Relawan Indonesia menyampaikan bahwa aksi bersih – bersih ini merupakan wujud aksi kepedulian penanggulangan bencana terhadap pencemaran lingkungan hidup, dalam kali ini melanda objek wisata Pantai Amal Baru. Selain juga Relawan Indonesia ini siap, siaga dan turun untuk memberikan bantuan penanggulangan bencana jika telah terjadi suatu bencana, baik bencana alam atau bencana human eror.

Asep. M menyampaikan harapannya semoga pencemaran limbah serbuk kayu ini dapat berkurang dan hilang dengan bersama – sama saling ikut menjaga lingkungan dan melestarikan lingkungan disekitar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY