Menjaga Stabilitas Keamanan perbatasan Kaltara, Aboe Bakar Al Habsyi sambangi Kapolda Kaltara

0
59

Dalam kunjungannya ke Kapolda Kaltara, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan perlunya menjaga stabilitas keamanan terutama di perbatasan kalimantan Utara. Sebagaimana diketahui bahwa Kalimantan Utara merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Tepatnya di Pulau Sebatik, Nunukan. Jumat (27/12)

Aboe Bakar Al Habsyi meminta Kapolda Kaltara memberikan perhatian serius pada permasalahan di perbatasan. “Kenapa menjadi penting, karena perbatasan merupakan pintu terdepan dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat kalimantan Utara, mari jaga kedaulatan kita, jangan ada lagi permasalahan yang timbul adanya pergeseran batas wilayah, hilangnya beberapa pulau dan lemahnya perekonomian masyarakat di perbatasan, ujar Aboe Bakar Al Habsyi,” saat bersilahturahmi di Ruang Kerja Kapolda.

Lebih lanjut, Habib Aboe Bakar Al Habsyi pun juga menyampaikan bahwa Kepolisian berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban terutama menjelang Natal dan pergantian Tahun Baru (Nataru).

Dari data yang disampaikan dalam konferensi pers akhir tahun, Polda Kaltara mencatat empat jenis kasus kejahatan yang menonjol sepanjang tahun 2019. Keempat kasus itu di antaranya adalah kejahatan konvensional sebanyak 762 laporan, kejahatan trans nasional 204 laporan dan kejahatan terhadap kekayaan negara 7 laporan. Sedangkan untuk kejahatan berimplikasi kontingensi belum pernah terjadi di wilayah hukum Polda Kaltara selama tahun 2019.

Sementara untuk jajaran di wilayah, Polres Nunukan dan Polres Tarakan berada paling puncak laporan kasus kejahatannya dengan total akumulasi sebanyak 322 kasus. Untuk Polres lainnya seperti Polres Bulungan menerima 212 laporan dan Polres Malinau 58 laporan. Sedangkan untuk Polda Kaltara sendiri, Dit Resnarkoba menerima 22 laporan, Dit Reskrimsus 10 laporan dan Dit Reskrimum 9 laporan.

“Dari laporan yang diterima, Nunukan dan Tarakan memang paling mendominasi. Itu juga terjadi setiap tahunnya. Tapi, kita tetap terus melakukan upaya dalam menjaga kondusivitas kamtibmas di Kaltara ini,” ujar Brigjen Idrajit Kapolda Kaltara, tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here