Humas PKS Kaltara Ikuti Sekolah Digital

0
202

Kalimantan Utara– Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) mengadakan pelatihan kehumasan berkala per empat bulan untuk setiap privinsi di Indonesia. Namun pelatihan kali ini diadakan khusus untuk provinsi dari zona Waktu Indonesia Tengah (WITA) secara daring selama dua hari, Sabtu-Ahad (21-22/08/2021). Seluruh anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kalimantan Utara (Kaltara) Bidang  (Bid. Humas) mengikuti pelatihan tersebut.

Dengan tajuk Sekolah Digital (SD), pelatihan ini menawarkan lima kelas khusus yang berhubungan dengan jurnalistik dan penyiaran. Kelas-kelas tersebut adalah PKS TV, PKS Foto, Relawan Literasi (Reli) PKS, Relawan Digital (Redi) PKS dan PKS Art.  Setiap peserta wajib memilih satu kelas sesuai minat dan bakat dibidang kehumasan. Menurut Ketua Bidang (Kabid.) Humas DPW PKS Kaltara, Deddy Brata, pembagian berdasar minat dan bakat ini memudahkan pengurus Humas dalam berkontribusi.

“Pembagian kelas-kelas ini memudahkan kita mengenali minat dan bakat anggota humas. Kemampuan setiap anggota humas jadi lebih terarah.”

“Saya harap teman-teman humas jadi bisa berkontribusi lebih banyak dan lebih baik lagi setelah mendapatkan pelatihan ini,” tambah Deddy.

Setelah pelatihan berakhir, para peserta merasa ilmu yang diberikan membuka pikiran dan wawasan. Mereka mengtahui hal-hal pokok dalam penulisan berita aktual, seperti yang dikatakan salah satu peserta Kelas Reli, Tari.

“Di pelatihan ini, saya jadi tahu ada istilah Teras dalam penulisan berita. Saya juga jadi mengerti tata cara penulisan berita yang baik seperti apa.”

Berbeda lagi dengan peserta Kelas Redi, Abi, asal Kabupaten Malinau. Setelah mengikuti pelatihan, Ia jadi mengerti cara mudah mendapat informasi di internet.

“Saya dapat menemukan dengan mudah informasi melalui internet untuk menyelesaikan tugas-tugas. Bahkan, untuk kondisi tertentu seperti di daerah-daerah terluar, dan tertinggal seperti Malinau ini, dimana akses jaringan internet tidak semudah di kota,” terang Abi.

“Saya harap pelatihan-pelatihan seperti ini bisa terus dikembangkan,” tambahnya.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here