BERGERAKLAH, ENGKAU AKAN MEMPEROLEH KEBERKAHAN

0
119
Syamsuddin Arfah, S.Pdi,M.Si Aleg PKS DPRD Kota Tarkan

Allah berfirman: “Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka itu tidur, dan kami bolak-balikan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua tangannya di depan pintu gua. Dan jika engkau menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan diri (dari) mereka, dan pasti kamu di penuhi rasa takut terhadap mereka. (QS. Al-Kahfi: 18)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan tentang ma’na “membolak-balikan mereka ke kanan dan ke kiri”  itu adalah:

“Hidup itu bergerak, digerakkan dan menggerakkan. Kalaulah Ashabul Kahfi yang terlelap dalam tidur tak bergerak , niscaya tanahpun memakan mereka.”

Pada kamus bahasa arab Al-Munawwir, ma’na Al-Harakah: diartikan bergerak. Terlihat pada terjemahan tentu ma’na nya sederhana dan simple.

Jika ingin masuk lebih dalam lagi mari kita tengok pada kamus Al-Mu’jamul Wasit, Al-Harakah bima’na: “inqilaabu syain min makaanin ila makaanin akhar”. (Harakah diartikan berpindahnya sesuatu dari satu tempat ke tempat yang lain).

Berpijak pada pengertian di atas,jika al-Harakah di implementasikan pada konteks kehidupan, akan memiliki arti yang sangat luar biasa semisal arti dari “tahawwul dan taghayyur”. Kedua lafadz ini memiliki arti perpindahan, bergerak untuk perpindahan, bergerak untuk berubah. “Intiqal” memiliki arti perpindahan ,bergerak untuk berpindah. Tentu arti dari semua ini jika dikaitkan pada konteks kehidupan berkonotasi pada hal yang positif. Dari yang buruk berubah atau berpindah pada yang baik. Dari yang baik berubah atau berpindah pada lebih baik. Bergerak bisa diberi arti lebih luas lagi, semisal untuk beranjak, beralih dan bergeser. Semua arti dari harakah ini merupakan bentuk dari suatu aktifitas.

Syekh Hassan Al-Banna dalam “Majmu’atur Rasail” mengilustrasikan al-Harakah itu adalah : “bila anda menjenguk seorang yang sedang sakit, lalu anda menemukan bahwa perlahan bicaranya berubah menjadi diam, gerakan nya perlahan terhenti, anda akan merasa bahwa kondisinya makin memburuk dan akhir kehidupan nya tidak lama lagi. Tapi sebaliknya, jika dari diam ia mulai berbicara, bergeraknya semakin lincah, anda dan kita tentu yakin bahwa orang tersebut sudah mendekati kesembuhan”.

Imam Syafi’I mengilustrasikan al-Harakah itu adalah sebagai berikut:

“aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.  Jiika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang”.

“Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa”.

“Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran”.

“Jika matahari diorbitkan tak bergerak dan terus berdiam.. tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang”.

“Biji emas tak ada bedanya dengan tanah biasa ditempatnya (sebelum ditambang).”

“Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan”.

“Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfume yang tinggi nilainya”.

“Teruslah bergerak, hinga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu future menyertaimu. Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu”. (KH. Rahmat Abdullah).

“Sekali lagi amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah bukan sebuah keluhan, ketidak terimaan..keputusasaan. Terlebih surut kebelakang. Ini adalah awal pembuktian, siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya.. orang-orang besar lahir karena beban perjuangan… buakn menghindar dari peperangan. “ (KH. Rachmat Abdullah).

“……. Seorang hebat akan memunculkan kehebatan yang lebih besar jika ia bertemu dengan orang hebat lainnya individu cerdas akan melahirkan kecerdasaan yang luar biasa gemilang jika ia bekerja sama dengan individu cerdas lainnya. Tapi ternyata orang hebat yang satu tak mudah dipertemukan dengan orang hebat lainnya. Lalu potensi kehebatan ini seperti daun kering, gugur dari pohon lalu berserakan. Maka peran organisasi adalah mengumpulkan daun-daun yang berserak, menggabungkan kecerdasan terpendam dari individu-individu yang ada didalamnya…..…”.(Anis Matta)

 “Mungkin suatu saat perjuanganmu menjadi arus. Arus besar yang menumbangkan tirani. Tapi saat itu kamu sudak tidak ada. Waktu kamu melakukannya pertama kali, kamu hanya sendiri. Tapi itulah yang membuatmu abadi dalam kenangan manusia. Abadi bersama bibadari di surga. Kamu melakukan yang tidak dapat dilakukan orang lain. Kamu melakukan jihad”. (Anis Matta).

“Lupakanlah kebaikan-kebaikan yang pernah kamu lakukan pada orang lain, tapi jangan sekali kali melupakan kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu. Lupakanlah keburukan-keburukan yang pernah orang lain lakukan kepadamu. Tapi jangan sampai melupakan keburukan keburukan yang pernah kamu lakukan terhadap orang lain”.(Ust. Rachmat Abdullah).

“Kita semua tercipta dari tanah, maka disekitar kita pasti ada tanah yang gersang . Semoga kita diberi kekuatan untuk menjadi rembulan bagi malamnya, embun bagi subuhnya dan awan teduh pada siangnya. Atau jika kitalah tanah yang gersang itu, sambutlah setiap sentuhan cinta, seperti karang pun ridah ditumbuhi lumut, lalu kokohnya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi…”.(Salim A.Fillah)

“Adakalanya para penyeru kebenaran harus menjadi kepompong, berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi, bila tiba saatnya menjadi kupu-kupu, tak ada pilihan kecuali terbang, melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia.“.(Salim A.Fillah)

“Apa yang dipahami orang lain tentang kita sebenarnya dibentuk oleh sikap, perilaku dan cara kita mengekspresikan diri. Apa yang mereka liat, apa yang mereka dengar tentang kita itulah yang menjadi factor pembentuk citra kita dibenak mereka”. (Anis Matta)

“Para pewaris nabi (ulama adalah kafilah panjang yang akan terus menerus mengisi ruang kehidupan manusia dan mempertahankan jejak kenabian dalam narasi jaman”. (Anis Matta).

“Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentsng dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel ditubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantah diseret seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari “. (Ust.Rachmat Abdullah).

“Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak … justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik imam. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka”.(Rahmat Abdullah).

“Ketika orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu disini mendirikan imperium kebenaran “. (Anis Matta)

Oleh sebab itu sangat pantas dan benar-benar luar biasa ketika lafadz al-Harakah di gandengkan serta di hubungkan   dengan al-barakah. Al-Harakah berstatus mubtada’ dan al-Barakah berstatus khabar (dalam ilmu nahwu). Menggunakan istilah Syahrini menjadi “cetar membahana” meminjam istilah Mario Teguh “super, luar biasa”.

Al-Barakah diartikan bertambahnya kebaikan, “ziyadatul khair”. Ungkapan “barakah” tentu sudah tidak asing lagi, sudah menjadi istilah kehidupan kita yang kehadirannya sangat diharapkan. Dari setiap apa yang dilakukan atau diusahakan, harapannya adalah keberkahan.

Yang dimaksud “bertambah” pasti tidak lepas dari bergerak. Langkah seseorang tidak akan bertambah jauh jika kakinya tidak bergerak. Burung-burung tidak akan bisa terbang bertambah tinggi jika tidak menggerakkan kedua sayapnya. Artinya, untuk mendapatkan tambahan kebaikan harus bergerak dan terus bergerak. Barakah atau keberkahan hanya dapat diwujudkan dengan bergerak, atau siapa saja yang terus bergerak pasti akan mendapatkan barakah atau keberkahan.

Allahu a’lamu bis-shawab.

Syamsuddin Arfah, S.Pdi,M.Si (Aleg PKS DPRD Kota Tarakan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY