Aliansi Garuda Kaltara Anggap Status Facebook Deddy Sitorus Sebagai Ujaran Kebencian

0
3
https://benuanta.co.id/index.php/2021/04/25/aliansi-garuda-kaltara-anggap-status-facebook-deddy-sitorus-sebagai-ujaran-kebencian/37463/02/10/27/

TARAKAN – Postingan Anggota DPR RI Komisi VI perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), Deddy Yevri Sitorus di akun Facebook-nya pada Rabu, 14 April 2021 lalu menuai perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kaltara. Salah satunya mendapat tanggapan dari Aliansi Gerakan Pemuda Daerah (Garuda) Kaltara.

Postingan pria yang biasa disapa Deddy Sitorus itu dianggap menyinggung soal rencana penaburan benih ikan di Sungai Malinau yang dilakukan Gubernur Kaltara bersama pihak PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC) pada Sabtu, 17 April 2021 lalu.

Seperti yang dikutip dari akun facebook @Deddy Yevri Sitorus, ia menganggap penaburan benih ikan di Sungai Malinau merupakan penipuan terhadap leluhur di Malinau. “Jangan menipu rakyat dan leluhur di Malinau dengan menabur ikan, saat yang sama kalian diam-diam membuang limbah. Itu JAHAT!,” tulis Deddy Sitorus di akun resmi Facebook miliknya.

Mengenai hal itu, Ketua Aliansi Garuda Kaltara, Akbar Syarif menganggap postingan Deddy Sitorus di akun Fecebook tersebut mengarah kepada ujaran kebencian. “Siapa yang menipu dan siapa yang ditipu, karena saya adalah salah satu rakyat di Kaltara dan saya tidak mau ditipu,” ungkapnya.

Lanjut dia, pihaknya juga meminta Deddy Sitorus memberikan penjelasan mengenai status Facebook tersebut ke publik. “Saya minta Deddy Sitorus menjelaskan di publik mengenai status facebook tersebut ditujukan kepada siapa. Karena yang saya ketahui ada kegiatan penaburan benih ikan di Kabupaten Malinau yang dilakukan oleh pejabat Kaltara yang dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), tokoh masyarakat dan pengusaha,” terangnya.

Menurut dia, status Facebook Deddy Sitorus terindikasi melakukan ujaran kebencian. Mengenai hal ini, pihaknya juga akan melaporkan ke Polda Kaltara jika Deddy Sitorus tidak memberikan penjelasan mengenai maksud dari postingan tersebut.

“Hal ini kami tanggapi karena di sana ada pejabat-pejabat daerah seperti Gubernur Zainal Arifin Paliwang, Wakil Gubernur Yansen TP, Anggota DPD-RI Marthin Billa, dan Danrem Brigjen TNI Suratno,” cetusnya.

Ia berharap, postingan ini seharusnya tidak dibuat oleh Deddy Sitorus lantaran pihak Pemerintahan Kaltara telah berupaya melakukan yang terbaik untuk Sungai Malinau setelah tercemar limbah PT KPUC, Februari lalu.

“Tidak mungkin mereka pejabat-pejabat daerah menipu rakyat dengan menebar benih ikan di Sungai Malinau. Silakan saudara Deddy Sitorus melakukan pengawasan terhadap tugasnya sebagai anggota DPR RI, namun jangan memprovokasi masyarakat dengan pejabat daerah menggunakan bahasa yang terindikasi ujaran kebencian. Kami juga meminta Deddy Sitorus secepatnya melakukan klarifikasi melalui media mengenai status Facebook-nya,” bebernya.

Sekedar informasi, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara menghadiri penaburan 250 ribu benih ikan di Sungai Malinau sebagai salah satu upaya pemulihan sungai usai jebolnya penampung limbah PT KPUC, 17 April lalu. Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara dan Pemkab Malinau telah memberikan sanksi administratif kepada PT KPUC, yang telah dijalankan oleh pihak perusahaan guna normalisasi Sungai Malinau. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here